Welcome to Mooza Alkaz Website

"Beruntunglah Orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna" QS. Al-Mukminun: 1-3

Menjadi Pribadi yang Taat dan Manfaat

"Beruntunglah Orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna" QS. Al-Mukminun: 1-3

Ambilah Kebaikanku

"Beruntunglah Orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna" QS. Al-Mukminun: 1-3

Lihatlah Ucapanku

"Beruntunglah Orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna" QS. Al-Mukminun: 1-3

Jangan Melihat Siapa Aku

"Beruntunglah Orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna" QS. Al-Mukminun: 1-3

Sabtu, 26 Juli 2014

Keutamaan Muharram



1. Termasuk Empat Bulan Haram (suci)
Allah berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus..” (QS. At-Taubah: 36)
Keterangan:
a. Yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab.
b. Disebut bulan haram, karena bulan ini dimuliakan masyarakat Arab, sejak zaman jahiliyah sampai zaman Islam. Pada bulan-bulan haram tidak boleh ada peperangan.
c. Az-Zuhri mengatakan,
كان المسلمون يعظمون الأشهر الحرم
“Dulu para sahabat menghormati syahrul hurum” (HR. Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, no.17301).
2.  Dari Abu Bakrah radhiallahu‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3.  Dinamakan Syahrullah (Bulan Allah)
Dari Abu Hurairah radhiallahu‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Keterangan:
a. Imam An Nawawi mengatakan, “Hadis ini menunjukkan bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia untuk melaksanakan puasa sunnah.” (Syarah Shahih Muslim, 8:55)
b. As-Suyuthi mengatakan, Dinamakan syahrullah –sementara bulan yang lain tidak mendapat gelar ini– karena nama bulan ini “Al-Muharram” nama nama islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Nama-nama bulan lainnya sudah ada di zaman jahiliyah. Sementara dulu, orang jahiliyah menyebut bulan Muharram ini dengan nama Shafar Awwal. Kemudian ketika Islam datanng, Allah ganti nama bulan ini dengan Al-Muharram, sehingga nama bulan ini Allah sandarkan kepada dirinya (Syahrullah). (Syarh Suyuthi ‘Ala shahih Muslim, 3:252)
c. Bulan ini juga sering dinamakan: Syahrullah Al Asham [arab: شهر الله الأصم ] (Bulan Allah yang Sunyi). Dinamakan demikian, karena sangat terhormatnya bulan ini (Lathaif al-Ma’arif, Hal. 34). karena itu, tidak boleh ada sedikitpun friksi dan konflik di bulan ini.
4.  Ada satu hari yang sangat dimuliakan oleh para umat beragama. Hari itu adalah hari Asyura’. Orang Yahudi memuliakan hari ini, karena hari Asyura’ adalah hari kemenangan Musa bersama Bani Israil dari penjajahan Fir’aun dan bala tentaranya. Dari Ibnu Abbas radhiallahu‘anhuma, beliau menceritakan,
لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا ، يَعْنِى عَاشُورَاءَ ، فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ ، وَهْوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى ، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ . فَقَالَ « أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ » . فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura’. Beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa-pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa dari pada kalian.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk puasa. (HR. Al Bukhari)
5.  Para ulama menyatakan bahwa bulan Muharram adalah adalah bulan yang paling mulia setelah Ramadhan
Hasan Al-Bashri mengatakan,
إن الله افتتح السنة بشهر حرام وختمها بشهر حرام فليس شهر في السنة بعد شهر رمضان أعظم عند الله من المحرم وكان يسمى شهر الله الأصم من شدة تحريمه
Allah membuka awal tahun dengan bulan haram (Muharram) dan menjadikan akhir tahun dengan bulan haram (Dzulhijjah). Tidak ada bulan dalam setahun, setelah bulan Ramadhan, yang lebih mulia di sisi Allah dari pada bulan Muharram. Dulu bulan ini dinamakan Syahrullah Al-Asham (bulan Allah yang sunyi), karena sangat mulianya bulan ini. (Lathaiful Ma’arif, Hal. 34)

Minggu, 20 Juli 2014

KKN POSDAYA Unswagati 2014

Selasa, 08 Juli 2014

sejarah TKU



TUTORIAL KEISLAMAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON


A.     SEJARAH SINGKAT
Pendirian program Tutorial Keislaman dipelopori oleh anggota IMMNI sebagai LDK Unswagati pada tahun 2009  dengan nama awal “TRUE”  (Tutorial Religion and Unswagati Education) yang kemudian diganti menjadi Tutorial Keislaman hingga sekarang. Pemberian nama Tutorial Keislaman memiliki filosopi tersendiri. Berdasarkan kiblat tutorial Unswagati yaitu UPI sebagai Pioneer Tutorial di Indonesia, Tutorial tidak hanya berisi mentoring (bimbingan) atau juga tidak seperti halnya lembaga dakwah kampus (walapun pada kenyataannya Tutorial Keislaman pun bergerak di ranah dakwah) yang sasaran atau kegiatan dakwahnya justru lebih luas.
Secara makna bahasa antara tutorial dengan mentoring memang memiliki kesamaan arti, namun secara khusus pada Tutorial Keislaman lebih mengarahkan kegiatannya pada aspek pembinaan keislaman secara lebih luas, sehingga kegiatan apapun yang bertujuan untuk membina keislaman mahasiswa secara umum, perlu dilakukan dan tidak terbatas pada kegiatan mentoring saja. Salah satu tujuan pemilihan nama Tutorial Keislaman adalah agar lebih memiliki jati diri sendiri, walaupun secara istilah kata tutorial atau mentoring memiliki kesamaan arti yang cukup dekat.

B.     URGENSI TUTORIAL KEISLAMAN
Tujuan utama dari pembinaan yang dilakukan di Program Tutorial  adalah untuk menjadikan lulusan Unswagati sebagai sosok teladan, terutama ketika mereka mulai terjun ke dunia Masyarakat dan dunia kerja. Artinya, setiap ilmu tidak pernah dipisahkan dari ajaran Islam (tidak ada sekularisasi pendidikan atau dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu umum selain ilmu agama secara tekstual) hingga menjadikan semua lulusan Unswagati yang beragama Islam sebagai generasi rabbani yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas profesional mereka.

C.     VISI, MISI, STRATEGI, Dan TUJUAN
1.      Visi
Visi Tutorial Keislaman adalah : "Mewujudkan Mahasiswa Lulusan Unswagati yang memiliki keilmuan dalam pendidikan dan berakhlakul karimah dalam Agamanya."

2.      Misi
Berangkat dari visi tersebut, maka yang menjadi misi Tutorial Keislaman adalah :
a.       Mengembangkan lingkungan yang kondusif dan nyaman bagi peserta Program Tutorial baik di dalam maupun ketika di luar lingkungan tutorial;
b.      Meningkatkan cara berpikir ilmiah  dan juga  islami bagi peserta tutorial;
c.       Meningkatkan kualitas dan cara kerja tutor;
d.      Meningkatkan kinerja pengurus dan mengembangkan potensi pengurus Program Tutorial;
e.       Meningkatkan kualitas dari Penyelenggaraan Tutorial Keislaman Reguler;
f.       Meningkatkan nilai-nilai islami yang berkesinambungan;
g.       Menjadikan kampus yang islami melalui program-program Tutorial.



3.      Strategi
Untuk menunjang ketercapaian visi dan misi Program Tutorial, maka disiapkan strategi sebagai berikut :
a.       Optimalisasi Peran Dosen PAI dalam melaksanakan tugas pembinaan dan bimbingan;
b.      Pelatihan Soft Skill bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Tutorial;
c.       Memperbaiki kepengurusan  dengan lebih spesifik
d.      Melengkapi sarana dan prasarana pelaksanaan Program Tutorial;
e.       Reaktualisasi materi dan metode yang variatif;
f.       Mengembangkan paradigma berpikir Islami yang kritis, dinamis, kreatif, dan inovatif.

4.      Tujuan
a.       Meningkatkan kualitas hasil perkuliahan PAI dalam membina mahasiswa yang berakhlak mulia
b.      Memfungsikan Kampus sebagai laboratorium pembinaan kehidupan beragama mahasiswa
c.       Meningkatkan kemampuan nalar dan pengamalan religius mahasiswa.
d.      Menjadikan Kampus yang berilmu dan beragama sebagai pedoman yang dapat mengarahkan pada kebaikan.

D.     KEPENGURUSAN
Dibawah ini adalah kepengurusan Tutorial Keislaman Unswagati:
a. 2009-2010   Mastari Ahmad (Pertanian 2006 )
b. 2010-2011   Kasman Sutanto (Pendidikan B.Inggris 2008)
c. 2011-2012   Fitriani (Pendidikan B.Inggris 2008)
d. 2012-2013   Deri Heryanto (Pendidikan Ekonomi 2010)
e. 2013                        Roysmanto (Pendidikan B.Inggris 2011)


Senin, 07 Juli 2014

Profil Tutorial Keislaman Unswagati Cirebon

Kumpulan Materi Mata Kuliah Pendididikan Bahasa Inggris

Buku Panduan Mata Kuliah PROSE

Contoh Skripsi Bahasa Inggris

Latihan Soal TOEFL

Kumpulan Novel Bahasa Inggris

Kumpulan Journal Penelitian

Motivation Journal

Buku Kuliah

Kamis, 08 Mei 2014

Ulama Gaib Kubro










1.      Muh. Bin Ya’qub Al-Qulaini
2.      Hasan Bin Ali Bin Abi Aqil Al- Umani Al-Hadzdza
3.      Syeikh Shoduq (Ibnu Babuya)
4.      Ibnu Junaid Al-Iskafi
5.      Syeikh Mufid (Ibn Jafar Muh Bin Hasan Ath Thusi)
6.      Syarif Murtadlo
7.      Syeikh Ath Thusi
8.      Abu Sholeh Taqiuddin Al Halabi
9.      Sallar Ad-Dailami Bin Abdul Azis Al Thobaristani
10.  Ibnul Barroj Al Qodli Abdul Aziz Bin Nahrir
11.  Ibnu Hamzah At Thusi
12.  Ibnu Zuhroh Hamzah Bin Ali Al Husain Al Halabi
13.  Ibnu Idris Muh. Bin Ahmad Al Hilli
14.  Abul Qosim Jafar Bin Hasan Al Hilli (Al Muhaqqiq Awal)
15.  Hasan Bin Yusuf Bin Al Muthohhari (Al Allamah Al Hilli)
16.  Muh. Bin Hasan Bin Yusuf Fahrul Muhaqqiqin
17.  Syeikh Jamaluddin Makki (Al-Syahid Awwal)
18.  Ahmad Bin Syamsuddin Muh. Bin Fadh Al Hilli
19.  Ali Bin Abdul Muhaqqiq Al Haroki
20.  Zainuddin Al Amili Al Jabai (Al Syahid Tsani)
21.  Muhammad Baqir Bin Muhammad Mu’min Al Sabtawari
22.  Syeikh Jafar Al Kabir Kasyiful Shitho
23.  Syeikh Muh. Hasan Al Najafi
24.  Syeikh Murtadlo Al Anshori
25.  Sayyid Muh Hasan Al Syirozi
26.  Muhammad Kadzim Al Khurosani
27.  Mirza Muh. Husein An-Na’ini
28.  Sayyid Abu Hasan Al Musawi Al Isfahani
29.  Sayyid Hussein Al Burugurdi
30.  Sayyid Muhsin Al Hakim
31.  Sayyid Muh. Al Hadi Al Milani
32.  Sayyid Muh. Baqir Sodr
33.  Sayyid Abul Qosim Al Khu’i
34.  Sayyid Muh. Ridlo Al Bul Baigani
35.  Sayyid Syihabuddin Al Mar’asyi An Najafi
36.  Syeikh Muh. Ali Al Aroki
37.  Sayyid Ruhullah Al Musawi Al Khomeini
38.  Sayyid Ali Al Khomene’i